Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Santri SMP eLKISI Raih Juara 1 Lomba Robot Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia

Suaramu.com — Santri SMP eLKISI Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berhasil meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi World Robotic for Peace (WRP) ke-15 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–5 Oktober 2025.

Ajang 15th World Robotic for Peace (WRP) merupakan kompetisi teknologi internasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kolaborasi, perdamaian, dan kreativitas anak muda dalam bidang sains dan teknologi robotika.

Dalam ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut, setiap peserta ditantang untuk merancang, memprogram, dan mengoperasikan robot dalam berbagai kategori lomba. Salah satu kategori yang paling bergengsi adalah Point Soccer Robo 1 Kg, yaitu robot yang berkompetisi dalam pertandingan sepak bola mini berbasis sensor dan sistem kendali otonom.

Robot Santri eLKISI Taklukkan Lawan dari Berbagai Negara

Tim robotik SMP eLKISI tampil luar biasa. Dengan robot andalan yang mereka rancang dan latih selama berbulan-bulan, mereka berhasil menyingkirkan sejumlah tim tangguh dari berbagai negara.
Tim ini terdiri dari para santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dalam menggabungkan kecerdasan spiritual dan sains modern.

Robot santri elkisi taklukkan lawan dari berbagai negara

Robot buatan santri SMP eLKISI berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan meraih Juara 1 Kategori Best Point Robo 1 Kg. Tim robotik ini dinakhodai oleh Firdaus Choerun Ni’am, santri kelas IX Internasional Azhari, yang menunjukkan kepemimpinan dan ketenangan luar biasa di tengah ketatnya persaingan.

“Awalnya kami gugup, karena lawannya dari negara lain dan robot mereka juga bagus-bagus. Tapi karena sudah latihan terus dan bismillah, kami bisa tampil maksimal dan berhasil mengalahkan mereka,” tutur Firdaus salah satu tim Robotic.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena tim eLKISI harus beradaptasi dengan sistem penilaian baru yang diterapkan panitia tahun ini. Berkat ketekunan dan keuletan, mereka mampu mengoptimalkan performa robot hingga tampil konsisten di setiap babak.

Latihan Panjang dan Dukungan Pesantren Jadi Kunci Sukses

Keberhasilan ini bukan hasil yang instan. Ketua Tim Robotik Pondok Pesantren eLKISI, Hamzah Hutomo, menyebutkan bahwa kemenangan tersebut merupakan buah dari proses panjang dan latihan yang intensif.

“Kami sangat bersyukur bisa meraih juara 1 di lomba ini. Ini merupakan hasil dari latihan selama ini. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari pesantren,” ujar Hamzah.

Menurut Hamzah, para santri yang tergabung dalam tim robotik rutin berlatih setiap pekan di laboratorium teknologi eLKISI. Program ini telah menjadi bagian dari kurikulum pengembangan minat dan bakat santri di bidang sains terapan.

“Sejak awal kami ingin menunjukkan bahwa santri juga bisa unggul di bidang sains dan teknologi, tanpa kehilangan karakter spiritualnya. Prestasi ini membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang utuh — cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Santri eLKISI Mojokerto Langganan Juara di Ajang Robotika

Prestasi ini bukan yang pertama bagi santri Pondok Pesantren eLKISI. Sebelumnya, tim robotik mereka juga pernah meraih penghargaan di berbagai ajang tingkat nasional dan internasional, seperti ASEAN Robotic Championship 2023 dan Indonesia Robotic Olympiad 2024.

Muhammad furqon riztino baihaqi

Rekam jejak ini menegaskan komitmen eLKISI dalam mendorong integrasi antara ilmu agama dan teknologi modern. Para santri tidak hanya belajar Al-Qur’an dan fikih, tetapi juga dibekali dengan keterampilan abad ke-21 seperti robotika, coding, desain sistem, dan kecerdasan buatan.

Pesantren sebagai Pusat Inovasi dan Pendidikan Karakter

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pondok pesantren mampu menjadi pusat inovasi pendidikan. Model pembelajaran di eLKISI mengedepankan keseimbangan antara spiritualitas, sains, dan sosial kemasyarakatan, sehingga santri memiliki mental kuat dan kemampuan berpikir kritis.

Ajang internasional seperti WRP menjadi panggung pembuktian bahwa santri Indonesia memiliki kapasitas bersaing di level global. Selain membawa nama baik lembaga, capaian ini juga memberi inspirasi bagi pesantren lain di tanah air untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan kemenangan ini, SMP eLKISI Mojokerto tidak hanya membuktikan kemampuan santrinya dalam bidang agama dan teknologi, tetapi juga memperkenalkan wajah baru pesantren Indonesia yang progresif, kreatif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan peradaban dunia.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *